A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/index.php
Line: 315
Function: require_once

Upacara Sumpah Pemuda Berjalan Sukses dan Penuh Warna | SMK Negeri 2 Balikpapan

SMK Negeri 2 Balikpapan

Jl. Soekarno Hatta Gn. Samarinda Balikpapan

"Tiada Hari Tanpa Prestasi"

Upacara Sumpah Pemuda Berjalan Sukses dan Penuh Warna

Senin, 31 Oktober 2022 ~ Oleh kesiswaan ~ Dilihat 164 Kali

BALIKPAPAN, SMKN 2 – Pada tanggal 28 Oktober 2022, SMKN 2 Balikpapan Utara melaksanakan upacara bendera untuk memperingati hari Sumpah pemuda. Upacara yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WITA ini berlangsung dengan lancar dan tanpa adanya gangguan. Spesialnya, kali ini siswa dan siswi juga diperintahkan untuk mengenakan pakaian adat yang ada di Indonesia. Tak hanya itu, Bapak Ibu Guru dan Staff Tata Usaha selaku peserta upacara, turut mengenakan pakaian yang senada.

Pak Masnur menjelaskan alasan siswa-siswi mengenakan pakaian adat ini adalah sebagai tanda memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-94, “Dengan kita mengenakan pakaian adat ini, bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa dan siswi bahwa di Indonesia terdapat banyak suku yang budayanya berupa beragam pakaian adat. Nah, dengan sekolah menetapkan untuk memakai pakaian seperti ini, mereka jadi bisa mengenal bermacam-macam pakaian adat yang ada di suku Indonesia”.

“Mengenakan pakaian adat ini kita jadi bisa tau asal daerah teman-teman kita, melihat dengan pakaian adat cukup untuk mengetahui keragaman adat yang ada di Indonesia”, terang Ibu Widiawati.

       

Menariknya, petugas upacara juga turut mengenakan pakaian adat, terutama petugas pengibar bendera. Dengan pakaian adatnya, pasukan pengibar bendera melakukan formasi buka tutup barisan yang menambah aura wibawa dalam upacara tersebut.

Pasukan ini berisikan 12 orang. Salah satu dari mereka berhasil kita wawancarai yaitu Alif Husein, selaku pembentang sang saka merah putih yang mengatakan, “Rasanya bangga banget sih bisa dipercaya lagi jadi pasukan pengibar. Apalagi saat saya membentangkan bendera merah putih, itu rasanya lega banget”.

       

Setelah pengibaran sang saka merah putih, pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 dan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dilakukan tepat di hadapan inspektur upacara dan peserta upacara lainnya, sehingga menghadirkan rasa haru dan penghayatan. Rasa haru tersebut tergantikan menjadi rasa bangga dan semangat ketika paduan suara menyanyikan 2 lagu wajib nasional yaitu Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemudi Pemuda.

       

“Pelaksanaan Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda merupakan pengingat bahwa 94 tahun lalu pernah ada gerakan dari pemuda, yang tentunya bisa membangkitkan semangat dari pemuda jaman sekarang untuk berjuang demi bangsanya”, tutur Pak Masnur sebagai Waka Kesiswaan.

Salah satu guru, Bu Widiawati pun juga menjelaskan “Kita sebagai generasi penerus bangsa yang tidak merasakan sakitnya perjuangan pahlawan terdahulu, sudah seharusnya kita melaksanakan Upacara Memperingati Hari Sumpah Pemuda ini untuk mengenang perjuangan mereka dan menumbuhkan rasa cinta tanah air”.

Kontributor Berita: Flora Febriana (X BDP 2) dan Fasya Al Madhina (X AKL 1)

Editor: Andi Novi Aulia Sufa (XII AKL 1)

 

  1. TULISAN TERKAIT