A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/index.php
Line: 315
Function: require_once

“Destiny Through My Dreams” | SMK Negeri 2 Balikpapan

SMK Negeri 2 Balikpapan

Jl. Soekarno Hatta Gn. Samarinda III Balikpapan

"Tiada Hari Tanpa Prestasi"

“Destiny Through My Dreams”

Sabtu, 12 Maret 2022 ~ Oleh picWEB3 ~ Dilihat 126 Kali

     Aku tidak pernah melanggar janjiku, dan mari terus bersama untuk seterusnya.  Kembali ke awal sebelum pertemuanku dengan Wira.

     Di pagi hari yang cerah, aku bertabrakan dengan seseorang saat perjalanan ke sekolah.

     Brukk!! “Duh, maaf..maaf” ucapku.

     “Iya, nggak papa” balasnya dengan lembut.

     “Wah, ganteng banget! Tipeku banget, sih” ucapku dalam hati.

     Setelah pulang sekolah aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku.

     “Sekalian lihat-lihat, ah... barangkali ada buku yang bagus” ucapku dalam hati.

     Seketika mataku tertuju pada satu judul buku “Penjaga Pohon Besar”, lalu aku meminjamnya.

     Aku terus membaca buku ini di kamar hingga mengantuk.

     “Padahal ceritanya seru, tapi aku malah mengantuk gini...”.

     Akhirnya, aku pun tertidur seraya memegang buku yang kubaca.

     “Apa aku mimpi? Rasanya aneh berpikir di dalam mimpi, apalagi semua ini terasa nyata” pikirku.

     “Manusia? Bagaimana bisa kamu sampai kesini?” ucap seorang pria.

     Aku melihat pria dengan rambut dan mata berwarna coklat disinari cahaya matahari.

     “Entahlah, mungkin saja ini takdir” candaku sambil tersenyum tipis.

     “Aku tidak percaya dengan takdir, sepertinya karena buku itu ya?” ucapnya.

     “Aku baru sadar kalau aku sedang memegang buku!” ucapku dalam hati.

     “Kembalilah!!!” serunya.

     Seketika aku terbangun dari tempat tidurku. Tentu saja, setelah itu aku mencoba berkali-kali untuk kembali tidur,  tetapi tetap tidak bisa, aku masih belum merasa mengantuk sampai akhirnya aku menyerah dan kembali tertidur.

     Anehnya, aku merasa frustasi akan itu. Keesokan harinya ketika aku tertidur dan kembali ke tempat itu, seketika aku melihatnya kembali di depanku. Aku yang semulanya sedih tiba-tiba jadi amat senang.

     Dia melihatku dan terkejut sembari menghela napas.

     “Kamu ke sini lagi?” tanyanya.

     “Sudah kubilang, mungkin kita memang ditakdirkan bertemu?” candaku sambil tertawa pelan.

     Akhirnya aku selalu mengunjunginya setiap hari, dan dia juga sudah mulai akrab denganku.

     “Dewi...” panggilnya.

     “Ya?” balasku.

     “Kenapa judulnya Penjaga Pohon Besar?” tanyanya.

     “Kan, kamu selalu jagain pohon besar” balasku.

     “Buat apa aku melakukan hal sia-sia  seperti itu?”.

     “Tapi katanya, kamu selalu berada di dekat pohon besar, kan?”.

     “Itu karena, tempat yang aku ingat cuman pohon itu, yang aku jaga adalah orang-orang di sana, hanya saja... mereka menganggapku terkutuk karena sebuah bencana yang tidak bisa kuatasi.”

     “Jahatnya!!! Jadi, mereka menebang pohon itu dan melakukan pengusiran?” tanyaku dengan kesal.

     “Iya... jadi aku tidak punya tempat lagi, saat itu juga tidak ada yang berada di pihakku, semuanya berbalik”.

     “Aku di pihakmu kok” ucapku.

     Seketika dia tertawa. Melihatnya tertawa, aku pun ikut tertawa, rasanya seperti saat yang paling indah.

     “Kamu lucu loh kalau tertawa” candaku.

     “Bukannya kamu lebih lucu dariku? Kamu jadi lebih cantik kalau tertawa” balasnya. Lalu dia lanjut tertawa ketika melihat reaksiku yang sedang tersipu malu.

     Keesokan harinya aku datang kembali, hanya saja wajahnya yang selalu menyambut dengan ceria, kini menjadi sedih.

     “Dewi...maaf, sepertinya aku akan segera menghilang...” ucapnya dengan lesu.

     “Kenapa? Apakah kamu akan pergi ke suatu tempat? Aku akan tetap menunggumu, kok” ucapku.

     “Tidak, aku akan benar-benar menghilang seperti buih, karena begitulah roh, sejak awal tujuanku adalah menjaga dan sekarang aku sudah tidak menjaga mereka lagi, roh tidak bisa hidup tanpa tujuan awal mereka”.

     “Tidak!!! Tidak boleh!!! Kamu harus...KAMU HARUS KEMBALI...kamu harus janji bakal kembali kesini” aku berteriak sambil menahan rasa tangisku.

     Dia hanya menatapku, lalu berkata “Seandainya aku bisa berinkarnasi, aku tetap tidak punya tempat tinggal”.

     Lalu, secara spontan aku menjawab, “Kalau begitu...tetaplah bersama denganku saja.”

     “Bukannya itu dilakukan orang yang sudah menikah?” candanya.

     Perasaanku campur aduk, aku sedih tetapi jugga tersipu malu karena perkataannya.

     “Kembalilah, jika takdir benar ada, kita akan pasti bertemul lagi” ucapku sembari melihatnya tersenyum pahit.

     “Gelang ini adalah bukti janjiku,” ucapku seraya memasangkan gelang di pergelengan tangannya.

     Lalu, aku pun terbangun dan menangis tiada henti.

     Keesokan harinya, aku mencoba untuk kembali, namun tidak bisa. Aku merasa frustasi, belum satu bulan sejak aku bersama dengannya, tetapi rasanya seperi aku kehilangan hal yang sudah lama bersama.

     Esoknya, aku pergi ke sekolah dengaan dipenuhi banyak pikiran. Lalu, secara tiba-tiba aku bertabrakan lagi dengan seseorang. Tapi, kali ini aku tidak jatuh karena dia menangkapku lebih dulu.

     “Brukkk!!!”

     “Aduh!!” kataku.

     “Kamu sedang memikirkan apa sih?”

     Aku langsung menengok begitu mendengar suaranya dan kembali menangis.

     “Bagaimana kabarmu? Aku kembali dengan janjiku, kamu lebih cantik saat tertawa” candanya.

     Sesaat setelah itu, kami pun berjalan bersama di sepanjang perjalanan. Aku berterima kasih kepada takdir karena mempertemukan kami berdua, hingga akhirnya kami bisa bersama lagi.

 


Biografi Penulis

Halo, perkenalkan namaku Laurent Wong, biasa dipanggil Ren. Aku lahir di Balikpapan, 20 November 2005. Saat ini aku bersekolah di SMK Negeri 2, Balikpapan. Aku seringkali menulis dan menggambar ide yang tiba-tiba terlintas di kepalaku.

Follow instagram-ku ya! @laurentwong6161 .

 

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Rusjanto

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala Nikmat dan Karunia yang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda dengan tampilan web ini ?

LIHAT HASIL