A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /var/www/vhosts/smkn2balikpapan.sch.id/httpdocs/website/index.php
Line: 315
Function: require_once

“BROKEN HOME” | SMK Negeri 2 Balikpapan

SMK Negeri 2 Balikpapan

Jl. Soekarno Hatta Gn. Samarinda III Balikpapan

"Tiada Hari Tanpa Prestasi"

“BROKEN HOME”

Senin, 15 Nopember 2021 ~ Oleh picWEB3 ~ Dilihat 393 Kali

Oleh: Anita Nur Jannah

 

     Hidup tidaklah rumit. Terkadang manusialah yang membuat segalanya menjadi rumit. Begitulah kiranya ucapan orang yang tidak pernah merasakan beban hidup orang lain.

     Tut..tut..tut. Alarm berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi. Sena bangun dari tempat tidurnya bergegas menuju ke kamar mandi yang berada di luar kamarnya. Sena melihat sekeliling. Di luar kamarnya banyak sekali barang yang berantakan. Pecahan kaca di mana-mana. Sena yang melihat itu hanya bisa tersenyum lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.

    Setelah keluar dari kamar mandi, ia masuk ke kamar untuk persiapan berangkat ke sekolah. Setelah sudah siap, Sena ingin sarapan terlebih dahulu, tetapi setelah ia melihat jam dinding ternyata waktu telah menunjukkan pukul 06.50 pagi.

     “Ternyata gue sudah hampir telat, kalau gitu gue sarapan di sekolah saja,” gumam Sena.

    Sena kemudian keluar rumahnya untuk memakai sepatu. Setelah bersepatu dan berpakaian rapi, Sena mencari orang tuanya di dalam dan di luar rumah, berniat pamit sebelum pergi ke sekolah. Ia mencari Ayah dan Ibunya ke setiap tempat, tetapi ia tidak menemukan siapa pun.

     Lalu, Sena keluar dan mengunci pintu rumahnya sambil tersenyum. Tanpa ia sadari air mata menetes membasahi pipinya. Ya, benar. Sena menangis sembari tersenyum. Sena mengusap kedua pipinya kemudian menarik napas dalam–dalam.

   “Semoga hari ini bisa lebih baik lagi,” gumam Sena. Lalu Sena berangkat ke sekolah dengan menggunakan ojek online

     Setelah Sena sampai di depan gerbang sekolah, ia memasuki gerbang dan pergi ke kelasnya. Kelas Sena berada di samping kantin. Tidak lama kemudian bel berbunyi menunjukkan jam pelajaran telah dimulai. Jam pelajaran telah selesai dan bel pun berbunyi, menunjukkan waktu istirahat telah dimulai. Seperti biasanya, Sena langsung beranjak ke kantin untuk sarapan, ia pergi ke kantin dengan teman dekatnya.

    Riri adalah teman dekat Sena. Mereka berdua bersahabat sejak masuk di kelas VIII dan sekarang mereka berdua sudah berada di kelas X.

     “Ayo, Ri, ngantin. Soalnya gue belum sempat sarapan, tadi,” ajak Sena.

     “Oke. Ayo!” jawab Riri.

     Sesampainya di kantin, mereka memesan makanan dan minuman sesuai dengan apa yang mereka sukai. Mereka pun makan dan minum dengan lahap.

     “Sen, elu pulang sekolah ini sibuk nggak?” tanya Riri.

     “Gue lagi free kok. Emangnya, kenapa?” sahut Sena.

     “Ngemall, yuk? Gue pengin jajan sama beli bando. Gue jajanin elu juga kok. Aman,” ajak Riri.

     “Ayo, gas! Pulang sekolah ya! Nggak usah ganti baju dulu, langsung pergi aja!” timpal Sena.

     “Oke, Sen. Jangan sampai lupa!” kata Riri.

     “Siap, Sist,” sahut Sena seraya mengacungkan jempolnya.

     Kring… Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah berakhir. Sena, Riri dan semua yang ada di kantin kembali ke kelas mereka masing–masing. Mereka semua melaksanakan aktivitas belajar seperti biasanya. Bel kembali berbunyi menandakan jam sekolah telah berakhir. Sena dan seluruh teman–temannya mengemasi barang-barang mereka untuk bersiap–siap pulang ke rumah mereka masing–masing. 

     “Ayo, Sena! Kita langsung berangkat aja pake motor gue, elu yang bawa, ya!” kata Riri.

     “Aman, Ri. Ayo naik!” kata Sena. Mereka berdua segera beranjak pergi ke Mall.

   Sesampainya di Mall, mereka berdua pergi melihat–lihat aksesoris. Riri mengambil sebuah kalung dan sebuah bando.

     “Bagus nggak kalungnya, Sen?” tanya Riri.

    “Bagus, Ri,” jawab Sena. Riri langsung pergi ke kasir untuk membayar bando dan kalung tersebut.

     “Nih, Sen buat elu. Elu suka kan?” kata Riri seraya memberikan bando dan kalung yang baru saja dibayarnya.

     “Loh, kok buat gue, sih? Kan elu yang beli. Lagian gue juga nggak minta, Ri.” Jawab Sena dengan raut wajah bingung.

     “Nggak papa Sen. Ambil aja hehehe,” kata Riri.

     “Terima kasih, Ri,” jawab Sena sembari menerima hadiah dari Riri.

     “Iya Sen, sama-sama,” jawab Riri.

    Setelah membeli aksesoris, Sena dan Riri pergi ke tempat makan dan memesan makanan dan minuman yang mereka sukai. Setelah mereka selesai makan dan minum, Riri pergi ke kasir untuk membayar semua total belanja makan dan minum mereka.

     Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00.

     “Ayo, Ri. Kita pulang udah mau malam. Kalau kemalaman takut ada begal,” kata Sena.

    “Oh, iya, Sen. Nggak terasa juga ya,” sahut Riri. Mereka pun pergi ke parkiran untuk mengambil motor dan bergegas pulang. Sena yang mengendarai motor saat itu.

     Sena berhenti di depan rumahnya. “Ri, mau masuk dulu nggak?” Tanya Sena.

     Tiba – Tiba terdengar suara kaca pecah dari dalam rumah Sena. “PRAAAAK”. Sena dan Riri kaget sejenak. Lalu, Sena tersenyum.

     “Sen, elu nggak papa?” Tanya Riri.

     “I-iya, Ri. Nggak papa kok,” jawab Sena.

     “Kalau elu butuh apa – apa, kabarin gue ya, Sen,” kata Riri.

     “Iya, Ri, makasih banyak ya buat semuanya,” jawab Sena.

    “Iya, Sen, gue balik dulu ya,” Kata Riri sembari memutar balik motornya bersiap untuk pulang.

    “Oke hati – hati, Ri,” kata Sena sambil melambaikan tangan.

     Setelah Riri pulang, Sena berbalik dan berjalan menuju ke rumahnya dengan raut wajah sedih.

     Sena membuka pintu rumahnya.

    “As-salamu’alaikum,” ucap Sena. Tidak ada yang menjawab. Sena masuk ke dalam rumahnya dan melihat semua barang tidak terletak di tempat asalnya. Semua berantakan, pecahan kaca ada di mana-mana. Di dalam rumah, Sena melihat Ayah dan Ibunya sedang bertengkar hebat. 

     “Ayah, Ibu, bisa tidak sehari saja kalian tidak bertengkar? Sena lelah setiap hari melihat kalian bertengkar. Tidak bisakah semua diselesaikan secara baik–baik?” pinta Sena.

     Ayah dan Ibu Sena yang mendengar kata–kata Sena langsung terdiam. Sena tersenyum kemudian pergi ke kamar mandi membersihkan diri lalu beranjak ke kamar dan mengunci pintu kamar.

    “Huft, hari ini sungguh melelahkan,” gumam Sena. Tidak lama kemudian, Sena mendengar suara seseorang ditinju. Duaaak. Sena terkejut mendengar suara itu lalu bergegas keluar kamarnya untuk melihat apa yang terjadi.

     Sena menemukan Ibunya tergeletak pingsan. Sena yang melihat itu langsung spontan berteriak sambil menangis, “Ibu,bangun! Ibu kenapa?” Sena tahu jika ini perbuatan Ayahnya. Sena segera mencari Ayahnya di sekitar rumah dan halamannya.

    Sena tidak menemukan Ayahnya berada di sekitar rumah. Sena langsung pergi ke tempat dimana Ibunya pingsan, lalu mengangkat ibunya ke dalam kamarnya. Sena melihat banyak bekas luka di tangan, kaki, dan wajah ibunya. Sena sedih melihat semua bekas luka yang membekas di tubuh ibunya. Sena membersihkan semua bekas luka di tubuh dan di wajah ibunya. Sena memberi perban di luka tangan dan luka kaki ibunya. Lalu, Sena mengambil air hangat dan sehelai kain untuk mengompres dahi Ibunya.

     Setelah mengompres ibunya, Sena lalu berbaring di sebelah ibunya dan menangis.

     Terima kasih, Tuhan, atas hari ini. Malam ini aku memaafkan segala yang terjadi, dan semoga besok menjadi hari yang baik, gumam Sena.

 

Biografi Penulis

Anita Nur Jannah adalah seorang anak perempuan keturunan India dan Bugis. Nama Anita memiliki arti kebaikan, Nur berarti cahaya dan Jannah berarti surga. Dia lahir di Balikpapan, 04 February 2007. Dari pasangan Kahar dan Sitti Hajar. Anak perempuan berkerudung ini memiliki motto "Orang yang bahagia adalah orang yang menerima kenyataan" dalam hidupnya. Yang artinya, kunci kebahagiaan adalah dengan menerima kenyataan. Maka dari itu, sekarang pun ia selalu belajar dan terus belajar untuk bisa menerima seluruh kenyataan yang terjadi dalam hidupnya. Anita bercita-cita menjadi seorang aktris terkenal. Sejak SD dia sering mengikuti lomba-lomba seperti lomba catur, pidato dan lain lain. Ia pernah menjuarai lomba catur dan lomba pidato se-Balikpapan. Anita selalu mendapat peringkat 1 selama 6 tahun berturut-turut di SD. Ia juga menjadi ketua kelas 6 tahun berturut-turut di SD.

 

Kemudian ketika SMP anak perempuan ini sangat aktif dalam berorganisasi, ia pernah mengikuti organisasi PMR, organisasi Green Generation, Organisasi PIK-R, serta Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), bahkan ia pernah menjabat sebagai Sekertaris di organisasi PMR. Setelah lulus dari SMP, ia masuk ke SMK dan sekarang duduk di bangku kelas X mengambil jurusan PKM (Perbankan dan Keuangan Mikro). Saat ini ia sangat aktif mengikuti webinar-webinar online, serta lomba-lomba online.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Rusjanto

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala Nikmat dan Karunia yang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda dengan tampilan web ini ?

LIHAT HASIL